Hari ini matahari tak mau keluar
Mendung pun sangat senang untuk duluan datang
Hujan seperti tak sabar untuk menghiburku dengan segera buyar
Dimulai dengan gerimis yang turun seperti di undang
Hujan memang membantu segala hal
Sedihku hilang dengan datangnya hujan
Dengan berjalan pada arah yang sudah ku hapal
Suasana hatiku berubah dengan bantuan Tuhan
Matanya selalu melihatku, aku tahu…
Mulutnya berbicara hanya padaku, akupun tahu…
Perhatiannya hanya untukku, aku juga tahu…
Inginnya selalu bersamaku, akupun juga begitu.
Aku selalu ada untuknya, dia tahu…
Otakku selalu berfikir tentangnya, diapun tahu…
Ku tahu apa yang dirasanya, dia juga tahu…
Senang saat bersamaku, diapun juga begitu.
Aku tahu..
Dia tahu…
Aku mengerti
Diapun sehati
Tapi kata tak mampu mewakili
Hanya waktu yang jadi mata hati
Orang bilang berbuat baiklah kepada sesama
Maka kerukunan akan tercipta
Tapi bagaimana bila kebaikan itu tidak dikeduanya
Hanyalah satu belah pihak saja
Apa akibatnya?
Sudah berbuat baik untuk yang lainnya
Belum tentu akan dapat balasan yang sama
Malah, saat susah tak ada seorangpun disekitarnya
Bisa dibayangkan apa yang dirasa?
Itu hanya egois semata
Untuk kepentingan dirinya tapi tidak untuk orang yang membantunya
Dimanakah dia?
Saat orang yang selalu membantunya, berganti membutuhkannya?
Tak ada… tak ada…
Selalu tak ada…
Entah dengan alasan apa…