Hari ini matahari tak mau keluar
Mendung pun sangat senang untuk duluan datang
Hujan seperti tak sabar untuk menghiburku dengan segera buyar
Dimulai dengan gerimis yang turun seperti di undang
Hujan memang membantu segala hal
Sedihku hilang dengan datangnya hujan
Dengan berjalan pada arah yang sudah ku hapal
Suasana hatiku berubah dengan bantuan Tuhan
Matanya selalu melihatku, aku tahu…
Mulutnya berbicara hanya padaku, akupun tahu…
Perhatiannya hanya untukku, aku juga tahu…
Inginnya selalu bersamaku, akupun juga begitu.
Aku selalu ada untuknya, dia tahu…
Otakku selalu berfikir tentangnya, diapun tahu…
Ku tahu apa yang dirasanya, dia juga tahu…
Senang saat bersamaku, diapun juga begitu.
Aku tahu..
Dia tahu…
Aku mengerti
Diapun sehati
Tapi kata tak mampu mewakili
Hanya waktu yang jadi mata hati
Orang bilang berbuat baiklah kepada sesama
Maka kerukunan akan tercipta
Tapi bagaimana bila kebaikan itu tidak dikeduanya
Hanyalah satu belah pihak saja
Apa akibatnya?
Sudah berbuat baik untuk yang lainnya
Belum tentu akan dapat balasan yang sama
Malah, saat susah tak ada seorangpun disekitarnya
Bisa dibayangkan apa yang dirasa?
Itu hanya egois semata
Untuk kepentingan dirinya tapi tidak untuk orang yang membantunya
Dimanakah dia?
Saat orang yang selalu membantunya, berganti membutuhkannya?
Tak ada… tak ada…
Selalu tak ada…
Entah dengan alasan apa…
“Manusia mati meningalkan tulisan”
“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Bahagialah mereka yang mati muda”
“Manusia tak mampu terbang, tapi setidaknya aku telah mencoba membuat sayap”
Beberapa kalimat yang kutahu dari kenal dengan beberapa orang. Singkat memang, tapi berarti banyak

Disaat aku merasa bingung, terpuruk, dan tak tahu mesti bagaimana sebaiknya… Saat aku belum dapat menemukan jalan keluar dari permasalahan yang kuhadapi, aku akan mencari kertas untuk sekadar menulis apa yang ada dipikiranku, bila itu sudah tak berarti lagi, aku akan mulai membuka buku, mencari beberapa kata yang bisa membangun motivasi, yang bisa menyadarkanku dan bisa membuat aku lebih jernih melihat.
Ada beberapa kata-kata dari penulis-penulis terkenal yang sering ku baca, salah satunya Jalaludin Rumi (1207-1273) salah seorang sufi yang terkenal namanya sampai saat ini, syair syairnya sangat indah dan sampai pada tujuannya.
RUMAH
Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah,
dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk,
yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “Ini sudah takdir Tuhan.”
Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.
DEBU DI ATAS CERMIN
Hidup/jiwa seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya.
Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.
UPAYA
Ikat dua burung bersama.
Mereka tidak akan dapat terbang,
kendati mereka tahu memiliki empat sayap.
BURUNG HANTU
Hanya burung bersuara merdu yang dikurung.
Burung hantu tidak dimasukkan sangkar
DUA ALANG-ALANG
Dua alang-alang minum dari satu sungai.
Satunya palsu, lainnya tebu.
KERJA
Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.
Bukan sekadar sesuatu yang
jika sedang berlangsung, kau
dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,
seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia
dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
dan menuju ke kelompok Manusia.
BURUNG HANTU dan ELANG RAJA
Seekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu.
Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, “Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja.”
Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, “Jangan percaya kepadanya!
Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita.”
KERANA CINTA
Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan

Siang ini
Aku berdua naik motor dengan Windy
Salah seorang temanku di fakultas ini
Seusai makan bersama dengan Ibu Kinkin dan Temy
Kami melewati air mancur di bunderan Unila
Tumben sekali air nya nyala
Siang-siang jarang sekali biasanya
Air nya indah tak disangka.
Tiba-tiba kami terpana
Diantara air itu ada seberkas warna
Merah, jinggga, kuning, hijau, biru, ungu dan nila
Seperti susunan pelangi saat hujan reda
Indah sekali dilihat mata
Sedikit aneh karena terjadi sianghari dan hujanpun tiada
Benarlah ini yang namanya ilmu Fisika
Yang kita dapat di Es Em A
Sinar matahari menyentuh air yang membentuk prisma
Dan terbentuklah warna pelangi indah tiada tara…
Sayang sekali tidak bawa kamera
Jadi tidak bisa mengabadikannya…
Next Page »